Ada satu momen di hidupku di mana aku merasa dunia seperti berhenti berputar, dan itu ketika patah hati menghantam. Hannah Limanta pernah bilang dalam salah satu videonya bahwa dia mengatasi patah hati dengan 'mengisi waktu sebanyak mungkin'. Aku mencoba metode itu—mulai dari belajar bahasa baru sampai ikut kelas memasak. Ternyata, dengan menyibukkan diri, perlahan-lahan rasa sakit itu berkurang. Aku juga mulai menulis jurnal, seperti yang dia sarankan, untuk mencurahkan emosi. Lama kelamaan, aku sadar bahwa proses ini bukan tentang melupakan, tapi tentang tumbuh.
Hal lain yang kubaca dari pengalamannya adalah pentingnya membangun support system. Aku mengelilingi diri dengan teman-teman yang mendengarkan tanpa menghakimi. Hannah sering menekankan bahwa healing bukanlah perjalanan solo. Aku juga mengurangi stalk media sosial mantan, karena menurutnya, itu hanya memperpanjang luka. Sekarang, ketika melihat ke belakang, aku justru bersyukur karena patah hati mengajariku banyak hal tentang diri sendiri.