TERPAKSA MENIKAHI BOCAH TENGIL
Ambarwati berdiri dan menghampiri Amira.
Dengan tatapan bingung, Amira duduk di sofa tunggal tanpa sandaran yang ada di hadapan Sutomo. Di sampingnya, di sofa panjang Nattaya meringis dan menghindari tatapan Amira. Senyumnya terus dikulum, seolah takut jika mulutnya terbuka ada tawa yang keluar tanpa jeda.
"Bram, kenalin anak tertuaku Amira," kata Sutomo sambil merentangkan tangannya menunjuk ke arah Amira. "Amira, kenalkan teman lama Papa, Bramono dan anaknya, Andi."
Hot Chapters