Air Mata di Antara Bunga
“Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.”
Rangga mengernyit. Menurutnya, Vanya hanya sedang ngambek. Dengan nada malas, dia menghubungi kembali perias.
“Sudahlah, nggak usah repot-repot. Kalian bisa pulang dulu, biarkan saja dia.”
Meski heran, para perias akhirnya tetap menuruti perintahnya.
Begitu telepon berakhir, Rangga masuk ke ruang rawat. Tampak Sarah sudah bangun, dia pun panik.