Here are 97 novels related to anaknya hagoromo for you to read online. Generally, anaknya hagoromo or similar novel stories can be found in various book genres such as Romansa, Rumah Tangga and Young Adult. Start your reading from Hayu at GoodNovel!
tanya ibunya setengah mengejek Hayu.
“Bu, Hayu itu Jojoba, Jomblo-jomblo bahagia, Bu, maafkan Hayu, jojoba ini, sudah mendapatkan panggilan dari big bos, mamanya Candra. Jadi Hayu tidak bisa menolak,” tutur Hayu pada ibunya.
Anak itu tampak merengut pada Hanna kemudian tiba-tiba dia berteriak, "DEMENTOR! DEMENTOR! Expecto Patronum!
Anak itu menunjuk-nunjuk Hanna dengan sebuah tongkat mainan lalu sekali lagi dia berteriak hingga menarik perhatian beberapa pasang mata.
"PERGI KAU DEMENTOR! PERGI!"
Hanna yang saat itu mengenakan abaya dan pashmina hitam sangat terkejut dengan teriakan anak itu. Dia tentu tidak asing dengan sosok menyeramkan yang kerap muncul di film Harry Potter. Dia mengamati arah yang ditunjuk oleh anak yang masih mengacungkan mainannya. Benarlah adanya jika anak itu sedang menyinggung dirinya.
ANAK 50 JUTA
“Stop, Mas! Dia bukan anakmu! Ayah anak ini sudah mati lima tahun yang lalu.” Kurebut erat Miko---anak lelakiku dari laki-laki yang akhir-akhir ini datang dan mengaku sebagai ayahnya.
“Jangan bohong kamu, Anita! Dia bahkan sangat mirip denganku,” ucap Mas Rafi.
“Dasar tak tau malu! Bukankah dulu statusmu sudah ditukar dengan uang 50 juta?” tegasku.
Sementara Abrina justru menatap Haris dengan tenang.
"Papah saya sudah meninggal sejak dua tahun yang lalu--"
"Abrina!" Kali ini Haris sampai menghardik mendengar pernyataan sang anak, "ingat nama kamu itu Abrina Harisanti Putri yang artinya kamu anak dari Haris dan Miranti. Asal kamu tahu saya yang memberikan nama itu karena saya adalah papahnya kamu," tuturnya sambil menunjuk dada sendiri.
Para hadirin menyimak perdebatan antara ayah dan anak tersebut dengan serius. Kebanyakan dari mereka cukup terkaget saat Haris mengklaim sebagai ayahnya Abrina. Terutama Gavin dan Gibran.
"Varka udah sarapan kok, Mam. Tadi makan roti, belum selera makan nasi soalnya."
"Kok bisa sih yang hamil maminya tapi yang ngidam anak sama bapaknya." ucap Liora terheran heran melihat putra dan suaminya makan mangga selahap itu.
Mereka menoleh melihat kedatangan Saga, "Selamat pagi tante cantik dan paman Kevin ku yang paling ganteng!" seru Saga sambil menenteng sesuatu.
Remaja itu mendekat sambil meletakkan barang bawaannya di gazebo dekat Varka duduk, "Ini oleh-oleh dari mama, katanya tante Liora suka sama nanas Bogor." ucap Saga.
Matanya menatap tajam ke arah nama yang terukir di nisan itu, seolah sedang mencari kesalahan atau bukti bahwa itu semua palsu.
Namun, dia harus kecewa.
Nama Leo Lois terukir dengan jelas di batu nisan itu.
Itu adalah nama lengkap putraku.
Saat ini, aku sudah mengumpulkan semua serbuk di tanah yang telah bercampur dengan debu ke dalam kotak abu. Dengan tangan yang penuh luka dan darah, aku memeluk erat kotak itu, tidak membiarkan siapapun menyentuhnya.