Suamiku Jadul
Hari berlalu, aku mulai akrab dengan keluarga Bang Pain, mulai merasakan enaknya hidup di desa ini, seperti hari itu aku ikut Bang Pain menggembalakan ternak sapi di padang rumput yang sangat luas.
“Suatu hari kelak, aku ingin punya peternakan sapi yang banyak, meniru bapakmu,” kata Bang Pain seraya makan buah malaka, buah yang rasanya kelat manis, mereka menyebutnya anggur padang bolak bolak.
“Bapakku bukan peternak sapi ya,”
“Aku mau tiru baiknya, bisa bantu orang,”
“Oh, baik itu tak selalu disukai orang, lo, Bang Pain, ibuku meninggalkan kami karena bapak terlalu baik, ibuku yang sekarang juga sering marah, “
Bab Populer