Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya
Angelina cuma butuh Samuel angkat telepon, jemput Ganta, agar Ia bisa jelaskan pada si iblis Ludwig—
“Carl… Carla…”
Dahi panas Ganta bersentuhan dengan tengkuknya. Pria itu meracau, sebuah nama melolos dari suara yang begitu parau. Bulu kuduknya seketika meremang, saat sebuah tangan dingin, kekar, meraba-raba bagian bawah setelan seragamnya.
“Please, I’m sorry. I’m so sorry. Please don’t left me,” lirih, suara Ganta. Tangannya bersikeras menyusup ke celah-celah deretan kancing, seakan ingin menelanjangi Angelina detik itu juga.
Chapitres populaires