Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Desember Ke-30

Desember Ke-30

Namun, tepat saat jariku hampir menyentuh tombol daya, layar ponsel itu mendadak menyala sendiri dengan getaran panjang yang mengejutkan. Sebuah notifikasi pesan masuk muncul di bagian atas layar. Bukan dari Aroon, melainkan dari sebuah nomor tak dikenal dengan awalan kode telepon internasional Thailand (+66), membawa sebuah kalimat singkat yang membuat aliran darahku mendadak berhenti berdesir di tempat.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai angka 123
Baca
+Pustaka
OBSESI sang Berondong HYPER

OBSESI sang Berondong HYPER

Wajahnya tampak cemas namun tetap bersemangat. "Cepat, Kak Luna! Kalau kita ketahuan, kita pasti habis!" Suara tawa kecil terdengar bercampur dengan bunyi langkah kaki mereka. Lalu mereka membuka sebuah pintu besi yang berat. Dan tepat di dinding di sebelah pintu itu, tergambar satu angka besar: Angka Tiga. Napas Kania seketika terputus. Tangannya refleks terangkat memegang kepalanya yang terasa berdenyut sakit.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai angka 123
Baca
+Pustaka
lantai tiga belas

lantai tiga belas

Tapi… dia jelas mendengar: lantai tiga belas. Ia berdiri, berjalan pelan ke arah lift. Lorong menuju lift gelap sebagian. Ia ragu. Tapi rasa penasaran lebih besar daripada ketakutannya. Lift terbuka dengan bunyi gemeretak besi tua. Ia masuk dan menatap tombol-tombol di dalam. Ada. Tombol 13 menyala samar merah di antara tombol 12 dan 14. Tidak mungkin.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai angka 123
Baca
+Pustaka
Kenapa Aku Harus Peduli?

Kenapa Aku Harus Peduli?

Semua menurut, Nahla membuka gulungan kertasnya ternyata di sana terdapat angka tiga belas. "Angka berapa La?" tanya Radit melirik kertas Nahla. Dia berenggut kesal, satu angka lagi, ah menyebalkan sekali. Gibran langsung menghitung dari angka satu, anak-anak mulai mengangkat tangannya sesuai nomor yang mereka dapatkan. "Dua belas!" Radit dan Shaila mengangkat tangan membuat Syifa yang tengah mencatat nama mereka menghela napas lega.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai angka 123
Baca
+Pustaka
Batalnya Pernikahan Sang CEO

Batalnya Pernikahan Sang CEO

Nara bingung, seingat dia, itu benar angkanya. "Duh, gimana ini? Berapa yang benar ya, angkanya?" Ucap Nara mulai mengingatnya baik-baik. "281025, duh, kok salah lagi, sih? Gimana dong?" "Jika diulang terus, bakalan aman gak ya? Kena blokir gak ya, itu password nya?" Nara mulai cemas. Takut ketidaktahuannya ini akan jadi masalah.
10748 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai angka 123
Baca
+Pustaka
Angkasa Merah di Kota Kertas

Angkasa Merah di Kota Kertas

gumamnya. Dia mengetik sesuatu di mesin pencari. Kode ASCII untuk huruf. Dan dia memang mengerti karena langsung membuka gambar yang menjelaskan itu. “Kode desimal untuk huruf. 837983—tidak ada. Bagaimana cara membacanya?” “Coba pisahkan dua angka dua angka. Jadi... berapa ini? 83, 79, 83.”
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai angka 123
Baca
+Pustaka
Nona Badut itu Ternyata Istri Mafia

Nona Badut itu Ternyata Istri Mafia

lanjut Axel lagi. "Lima," ketiganya lagi-lagi menjawab serempak. "Kalau digabung, jadi angka berapa?" Dada Axel bergemuruh karena telah menemukan titik terang. "Lima belas!" Erick, Pak Hamid dan Ali mulai mengerti jalan pikiran Axel.
1039.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai angka 123
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status