PURA-PURA BAHAGIA
"Kamu mau bilang kalau itu bukan anakku, begitu? Kamu pikir aku bodoh? Ketuk palu itu baru saja tiga bulan lalu, Han, sedangkan kehamilanmu sudah sebesar ini. Kalaupun kamu sudah menikah lagi, apa bisa langsung hamil sebesar ini?"
Hani diam, ternyata Aiman tidak mudah dikelabui. Ia melirik sebentar lelaki yang terdengar deru napasnya berat itu.
"Kenapa diam, Han? Asal kamu tahu, aku masih mengingat dengan baik hari, tanggal, bulan, bahkan jam berapa saat kita melakukannya malam itu, dan bila dihitung dari waktu itu, aku yakin proses kehamilanmu sangat pas dengan usia kandunganmu sekarang," urainya lagi dengan emosional.
Bab Populer