Tahun 2023 menghadirkan beberapa protagonis yang benar-benar mengesankan dengan sifat dingin dan kejam mereka, tapi satu yang benar-benar menonjol adalah Loid Forger dari 'Spy x Family' musim kedua. Meskipun serial ini memiliki momen-momen lucu dan menghangatkan hati, jangan tertipu—Loid adalah mata-mata yang sangat terlatih dengan kemampuan untuk menghilangkan target tanpa ragu. Adegan di mana dia dengan tenang merencanakan pembunuhan atau memanipulasi situasi dengan ekspresi datar benar-benar membuatmu merinding. Dia bukan sekadar karakter tanpa emosi, tapi lebih seperti batu karang yang tak tergoyahkan, bahkan ketika dihadapkan pada bahaya mematikan.
Kalau mencari sesuatu yang lebih gelap, ada juga Johan Liebert dari 'Monster' yang mendapatkan adaptasi ulang perhatian tahun ini. Karakter ini adalah definisi psikopat sejati—dingin, calculated, dan benar-benar tanpa belas kasihan. Setiap gerakannya seperti permainan catur yang dirancang untuk menghancurkan kehidupan orang lain. Apa yang membuatnya semakin menakutkan adalah kemampuannya untuk memanipulasi orang dengan senyum lembut dan kata-kata halus, sementara niatnya benar-benar jahat sampai ke tulang.
Tidak bisa dilupakan juga Thorfinn dari 'Vinland Saga' musim kedua, meskipun sifat 'dingin'-nya lebih ke arah trauma dan pembalasan dendam. Tapi ketika dia memutuskan untuk bertindak, ada sesuatu yang sangat menakutkan tentang ketenangannya. Berbeda dengan karakter lain yang menunjukkan kekejaman secara fisik, Thorfinn justru terlihat lebih berbahaya karena dia bisa berdiri diam dengan mata kosong sebelum melakukan sesuatu yang brutal. Ini bukan sekadar kekejaman, tapi semacam keputusasaan yang membeku.
Kalau mau yang benar-benar baru, 'Hell's Paradise' memperkenalkan Gabimaru si Hollow. Dia dijuluki 'si Kosong' karena ketidakmampuannya merasakan emosi normal, dan cara dia membunuh musuh dengan efisiensi mengerikan benar-benar sesuai dengan deskripsinya. Adegan pertarungannya lebih seperti demonstrasi pembantaian daripada pertarungan jujur, dan ekspresi wajahnya yang tetap datar selama prosesnya membuatnya semakin menyeramkan. Dia mungkin tidak sekejam beberapa antagonis, tapi justru karena dia adalah protagonis, kekejamannya terasa lebih impactful.