Kepergian Istri yang Tuan Dingin Sesali
Glory Bellatanda tangan raniwanita cantik berkacamata hitamgambar kaca mata wanitasenja bayangan wanita
“Jangan, Mama lagi stres gara-gara Ranaya pergi. Aku takut itu bakal nambah bebannya. Ini belum saatnya, Sherly.”
Sherly menekuk wajah tidak peduli. Dengan santai ia melipat tangannya kembali, lantas protes. "Udah saatnya kita berhenti backstreet, Sayang. Aku capek harus sembunyi-sembunyi terus! Meskipun kita satu ruangan begini, kita tetep nggak bisa leluasa dan masih terus pura-pura. Udah lah, mending kita umumin hubungan kita ke semua orang, termasuk ke mamamu.”