Pembalasan Tuan Muda Terkuat
Bukan senyum pahit, bukan senyum orang yang sudah menyerah.
Senyum itu ringan dan sedikit miring ke satu sisi, persis seperti orang yang baru mengingat sesuatu yang sudah lama dia simpan.
"Pedang itu memang tidak pernah cocok untukku dari awal."
Suaranya tenang, tidak tergesa.
"Aku punya pedang lain. Namanya Pedang Iblis Darah."
"Pedang Iblis Darah, keluarlah."
SYIIING!
Suara itu bukan suara logam yang ditarik dari sarungnya.