Sekretarisku Jilbaber
Ucapnya dalam berbahasa Indonesia, walaupun tak begitu fasih, tapi dia bisa mengucapkannya dengan benar.
“Hei, kamu bisa berbahasa Indonesia?” Tanyaku.
“Ya, sedikit.” Aku mengangguk-angguk. Untuk menanyakan banyak hal, tidak mungkin sambil berdiri di sini.
“Oh my God, aku lupa. Ayo kita masuk, kita bisa makan bersama,” tawarku. Ia tersenyum getir.
“No, Thank’s. Oke, kalau begitu saya balik.” Ucapnya dalam berbahasa inggris.