Ambisi Sang Penguasa
"Cuma ingin sampaikan kabar. Ada lowongan kerja di apartemen yang kita tinggali itu. Posisinya sih tidak tinggi, hanya cleaning service, tapi kalau berminat langsung saja melamar. Bilang, rekomendasi dari Abraham Lincoln."
Emma mengernyit. "Presiden?"
"Bukan, Emma. Dia temanku. Abraham Lincoln yang satu dengan yang lainnya sangat berbeda."
Mereka hanya bertemu singkat. Luis memang tidak berniat lama, untuk mengantarkan cokelat saja sebelum ia khilaf dan menghabiskan cokelatnya seorang diri. Sebenarnya waktu Abra memberinya cokelat di kampus tadi, ia sangat ingin melahapnya. Luis sudah membayangkan bagaimana rasanya, pasti cita rasa manis Eropa. Mungkin ditambah rasa pegunungan Alpen. Karena
Hot Chapters