Nafkah Yang Salah
Lantas, ia keluar dari kamar adiknya menuju kamarnya sendiri.
Risa menatap nanar uang yang ada di tangannya. Lalu, beralih menatap bayi laki- laki yang ia lahirkan satu bulan yang lalu dengan sedih. ASI-nya tidak mau keluar, meski ia sudah berusaha semaksimal mungkin. Mau tidak mau, ia harus memberikan bayinya sufor yang tentunya akan membuat kantong jebol. Apalagi kondisi saat ini, hanya Kakaknya saja yang bekerja.
"Nak, maafkan ibu, ya. Karena belum bisa ngasih yang terbaik buat kamu," kata Risa pada bayinya, yang ia beri nama Wildan.