MERTUA IDAMAN
Bukan hanya perlengkapan bayi, Bunda dan Mbak Dewi juga sering membelikan aku beberapa baju baru, mengingat perutku yang mekar ini.
“Permisi!”
“Mir, sepertinya ada tamu. Sebentar!”
Aku hanya mengangguk saat Ibu pergi ke ruang tamu. Selang beberapa saat, Ibu kembali kemudian mengajakku ke ruang tamu. Kulihat ada seorang wanita yang duduk di sofa.
“Mbak Manda? Apa kabar?” tanyaku setelah tahu wanita itu adalah Manda.
“Baik. Mbak Almira apa kabar? Wah, sudah besar.” Pandangan Manda tertuju kepada perutku.