TAMU ITU TERNYATA MADUKU
"Mau Papa ada di sini atau enggak, sama aja 'kan buat Mama? Memangnya selama Papa di sini, apa pernah Mama nemenin Papa? Mama lebih sibuk di luaran untuk hal-hal yang tidak penting!"
"Enggak penting kata Papa?" Anna melotot tajam.
"Memang iya. Apa pentingnya bergerombol lalu saling membanggakan barang yang dipakai hanya demi mendapat pengakuan sebagai orang kaya. Ingat, Ma, masih ada langit di atas langit!"
"Itu penting buat Mama! Dengan begitu orang akan lebih menghargai Mama," ucap Anna menegaskan.
"Ya sudah, berarti enggak ada masalah 'kan kalau Papa pulang ke Malaysia? Lebih penting status sosial itu daripada Papa," putus Zakir tak mau kalah.
Hot Chapters