Selubung Memori
Kami tiba di alam terbuka.
Benar-benar alam terbuka luas yang asri. Tepat ketika pintu terbuka, kabut tipis menguasai alam, memunculkan citra megah di ujung sana: air terjun deras nan segar yang begitu berlimpah. Aromanya tercium begitu wangi layaknya itu aroma paling harum yang pernah kuhirup, mengalahkan betapa hebatnya aroma Lavi yang mana pun. Tiba-tiba saja aku sudah melangkahi pembatas besi, menginjak rumput yang jauh berbeda dari Padang Anushka. Aku sudah berjongkok, entah bagaimana mencoba menyentuh rumput itu. Asli. Rumput asli. Sangat lembut. Kemudian aku kembali melihat sekitar, mendapati hewan-hewan berkeliaran di segala arah. Aku bisa melihat panda—aku tidak percaya bisa melihat
Bab Populer