Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

Wanita itu terlihat gelagapan dan tidak tahu harus menjawab apa, sedang Mas Haris seolah menangkap apa yang aku maksudkan, ia meminta maaf dengan isyarat kedua tangan yang ia tangkupkan di dada. Hmm, bubuk merica putih, jahe dan pupuk cabe merah yang kutambahkan dalam jumlah banyak, dan saat ini kusimpan di kantong, sangat membantu niatku memberi pelajaran mempermalukan madu baruku itu. Rasakan!
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai apotik panda
Baca
+Pustaka
POEDJAN

POEDJAN

Dengan tarikan napas panjang, Dedeng meraih tangan Mustika dan berkata, “Akang mencoba pulang malam ini, ya? Buatkan saja pepes tahu dan balado telur untuk Akang.” Wajah Mustika seketika berwarna cerah, entah karena darahnya mengalir lancar karena hormon kebahagiaan memancar di sekujur tubuhnya atau karena senyumnya mekar seperti bunga baru. “Ada masakan lain?” “Apapun yang Neng suka setelahnya.”
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai apotik panda
Baca
+Pustaka
The Hijabi Dancer

The Hijabi Dancer

Kali ini Indah berhasil merebut perhatian Dini, gadis itu ikut menikmati vidio tersebut sembari sesekali Ia tertawa geli melihat tingkah konyol si panda di dalam vidio. "Aku punya sebuah film Panda yang lucu, judulnya 'Mr.Zoo'. Jika kau mau, kita bisa menontonnya sepulang sekolah." Dini langsung menyetujui usul Indah tersebut. Sementara Jihan hanya bisa memandangi keceriaan mereka berdua dari jarak beberapa meter lantaran harga dirinya yang terlalu tinggi tak mengizinkan Ia untuk ikut bergabung dengan keriangan itu.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai apotik panda
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Wajahnya tertempel sheet mask bergambar panda yang membuatnya terlihat konyol namun tetap glowing. "Thank God! Gue kira gue bakal mati kelaparan estetik malam ini!" Bastian menyambar piring kedua, mengangkat maskernya sedikit di bagian mulut agar bisa makan. "Gila, baunya enak banget! Ini Nasi Goreng Tek-Tek legend itu kan?"
748 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai apotik panda
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

Kami tiba di alam terbuka. Benar-benar alam terbuka luas yang asri. Tepat ketika pintu terbuka, kabut tipis menguasai alam, memunculkan citra megah di ujung sana: air terjun deras nan segar yang begitu berlimpah. Aromanya tercium begitu wangi layaknya itu aroma paling harum yang pernah kuhirup, mengalahkan betapa hebatnya aroma Lavi yang mana pun. Tiba-tiba saja aku sudah melangkahi pembatas besi, menginjak rumput yang jauh berbeda dari Padang Anushka. Aku sudah berjongkok, entah bagaimana mencoba menyentuh rumput itu. Asli. Rumput asli. Sangat lembut. Kemudian aku kembali melihat sekitar, mendapati hewan-hewan berkeliaran di segala arah. Aku bisa melihat panda—aku tidak percaya bisa melihat
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 468 kali sebagai apotik panda
Baca
+Pustaka
FREL.

FREL.

"Lo udah sinting, ya? Nggak ada yang lucu." "Lo nggak nyadar gimana tampang lo waktu megang buto ijo?" Kenn terkekeh, lalu berdeham sebentar dan kembali memasang muka songongnya. "Ck, badan kecil sok berlagak beli boneka besar." "Gue tau badan gue kecil. Nggak usah diulang lagi! Gue ingatin sekali lagi nih, ya. Ini boneka panda, Kenn. PANDA. P-A-N-D-A."
9.426.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 711 kali sebagai apotik panda
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Pengelana Tersesat
Ceritanya seru, tapi sekedar saran, perlu koreksi cara promosi. Lebih halus dan sopan ke Author. Takutnya promo kaya biasanya bakal bikin masalah di masa depan. Tapi, klo mau lanjut juga silakan. Saya yang tersesat hanya mengingatkan agar hanya saya seorang yang tersesat
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Duka Cita

Duka Cita

Pandu mengguncang tubuh itu, tetapi tidak ada reaksi apapun. Kepanikan Pandu dimulai. Ia bangkit, melihat ke sekeliling lalu melihat sebuah nampan yang berisi teko kaca, dan gelas di sebelahnya. Melihat masih ada air yang terisi setengahnya, Pandu segera mengambil teko tersebut dari meja di bawah televisi lalu kembali menghampiri Cita. Menahan rasa panik, Pandu menuang air tersebut di telapak tangannya lalu mencipratkannya ke wajah Cita. Namun, hal tersebut juga tidak kunjung membangunkan gadis itu.
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai apotik panda
Baca
+Pustaka
Sang Pendekar

Sang Pendekar

tanya Tupaseng bernada tinggi. "Aku tidak akan mengatakannya," jawab pendekar tersebut. "Bukalah topengnya dan perlihatkan wajah pendekar itu kepadaku!" teriak Senopati Randu Aji. *** Note: Linuhung:Tinggi ilmu Wara-wara pengumuman/kabar Jumawa; sombong
9.9166.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai apotik panda
Tampilkan Ulasan (150)
Baca
+Pustaka
CahyaGumilar79
Buat kakak2 Reader hari ini aku baru up dua bab dan nanti sore satu bab lagi yah. Jangan lupa saweran Gemnya biar penulis semangat dalam berkarya dan juga para reader pun sehat selalu.... doa dan dukungan sangat aku harapkan. Dukung terus cerita ini hingga berada di puncak Rank Salam Pendekar_Lover
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Hasrat Panas Paman Dingin

Hasrat Panas Paman Dingin

"Terserah aku, dong. Ehm, Rian, aku pesan itu." "Vi, kamu yakin bisa minum? Aku tahu kamu nggak pernah nyoba minuman kayak gitu." Terlihat raut cemas yang begitu kentara dari wajah Anin. "Nggak apa-apa. Lagian, aku juga pesan satu doang, kok." "Ya, udah. Kalian duduk dulu aja, nggak lama kok."
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai apotik panda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status