Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

Ruangan kedap suara dengan kondisi Rahman di bawah pengaruh guna-guna juga obat perangsang, membuat dia benar-benar tenggelam dalam permainan Sari. Kembali, dosa mereka perbuat. Walaupun peringatan untuk tidak saling menyentuh saat Sari hamil, tetapi Rahman sudah lepas kendali. *** Ayu tengah memasak air. Tetapi, tiba-tiba api di kompor seperti tertiup angin, terus bergoyang dan hampir padam. Dengan gesit tangannya mengecilkan api itu. Tetapi, tetap sama. "Kenapa apinya kaya tertiup angin, ya? Padahal, gak ada angin atau kipas angin yang menyala," gumam Ayu keheranan.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as apotik panda
Read
+Library
Handa

Handa

"Wong yen lagi gandrung Ra peduli mbledose gunung Wong yen lagi naksir Ra peduli yen perang nuklir Nadyan lagi bokek Direwangi nrethek-nrethek Jarene wes jodho Opo-opo duwek'e wong loro Wong yen lagi kepikat Ra peduli ndonya kiamat Wong yen lagi nyenengi Ra peduli lagi inflasi Nadyan ra duwe duwet Direwangi kredat kredit Jarene wes jodho Opo-opo duwek'e wong loro" Handa tampak salah tingkah, dia mengeluarkan pakaiannya yang sudah ditata di dalam tas ranselnya lalu memasukkannya lagi. Sedangkan Satria berdiri bersandar di samping pintu sambil menatap istrinya, menikmati tingkah konyol Handa.
1034.6K viewsCompletedAdded to Library 760 Times as apotik panda
Read
+Library
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

“Mengapa engkau tidak membiarkan juru rias istana untuk memoles wajah cantikmu?” “Maaf ibu, Aleta kan sudah besar, Aleta ingin berdandan sendiri. Malu jika nanti Aleta tidak bisa berhias diri” jawabnya. Ia tak ingin ibunya tahu jika ia sangat malas untuk berdandan. Ia tak ingin wajahnya terlihat sangat cantik oleh putra Kerajaan Flambuana.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as apotik panda
Read
+Library
Senyuman Pandemi

Senyuman Pandemi

Tapi semua temannya lagi-lagi tertawa karena lelucon yang dilempar Nando tersebut. Akhir-akhir ini Arkana memang selalu menjadi objek bercandaan teman-temannya mengingat dirinya yang berbeda ras sendiri. Seorang anak keturunan Korea tulen. Tentu pasti banyak sekali pasti bahan candaan yang dapat digali dari dirinya. Arkana juga tidak mempermasalahkan itu, apalagi ketika karena dirinya, teman-temannya menjadi tertawa senang. ***
102.2K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as apotik panda
Read
+Library
Petaka Mendua

Petaka Mendua

tanya orang aneh itu, sembari mengelus-elus pipi Maya. Suara itu, jelas suara lelaki. Namun dia begitu aneh, berdandan seperti badut, dan bertingkah cukup membuatku ngeri. Maya terlihat menangis ketakutan. "Ini pasti kamu suka," ucapnya lagi, sambil memainkan pisau kecil, di dekat pipi Maya. "Psikopat?" batinku. "Hahaa, kenapa kamu menangis? Padahal aku tidak melukaimu," katanya pada Maya, tawanya begitu mengerikan bagiku.
10100.3K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as apotik panda
Read
+Library
Madu Dari Dunia Lain

Madu Dari Dunia Lain

Di atas nakas ada sebuah guci besar yang menarik perhatiannya. Siapa tahu saja, jika kunci dari pintu tersebut dimasukkan ke dalamnya, hal itu membuatnya segera menyambar guci dan menumpahkan apa yang berada di dalamnya. Akan tetapi, pencariannya nihil karena di dalamnya hanya ada beberapa tangkai bunga kamboja juga melati. Aroma bunga melati yang begitu menyengat begitu terhidu, membuat bulu kuduk wanita tersebut terasa meremang, Helsa kembali menyimpannya.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as apotik panda
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

Thalisa terpaksa harus membeli sebentar penyedap rasanya itu. "Arden, apa kamu mau menunggu sebentar di sini? Aku ingin ke minimarket untuk membeli penyedap rasa," ucap Thalisa. Arden yang sedang duduk di sofa dengan minuman di tangannya langsung berdiri. "Apa aku boleh ikut?" "Aku ingin berjalan kaki, kamu tidak keberatan?" Thalisa kembali menekankan pertanyaan tersebut. Secara, Arden adalah anak orang kaya, mana mungkin ia mau berjalan kaki?
9.88.9K viewsOngoingAdded to Library 240 Times as apotik panda
Read
+Library
Mandul

Mandul

Riri perlahan-lahan membuka kedua kelopak matanya. Pemndangan pertama yang menghampar dikedua netra matanya adalah ruangan bercat putih. Kemudian bau obat-obatan yang khas seperti di rumah sakit menyeruak masuk ke indra penciuman milik Riri. Sejenak wanita itu merenungkan apa yang sebelumnya terjadi. Bayangan-bayangan hitam rudapaksa dari lelaki asing, kemudian percobaan bunuh diri yang dilakukannya Riripun tersenyum miris.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 158 Times as apotik panda
Read
+Library
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Wajahnya tertempel sheet mask bergambar panda yang membuatnya terlihat konyol namun tetap glowing. "Thank God! Gue kira gue bakal mati kelaparan estetik malam ini!" Bastian menyambar piring kedua, mengangkat maskernya sedikit di bagian mulut agar bisa makan. "Gila, baunya enak banget! Ini Nasi Goreng Tek-Tek legend itu kan?"
1.0K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as apotik panda
Read
+Library
Patah

Patah

Ph Nay Itu nama yang gadis itu gunakan untuk sosmednya Voila. I*******m, twitter, f******k, dan… Papyrus. Dia penulis Papyrus juga, ucap Manggala dalam hati. Segera dia mengeklik nama itu di logo P milik Papyrus. Setelah stalk singkat. Manggala mengkopi URL akun Papyrus itu dan menyalinnya di notes Whattaps miliknya. Dia akan membaca tulisan gadis itu ketika senggang saja.
1028.8K viewsCompletedAdded to Library 863 Times as apotik panda
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status