MENYESAL MENDUAKANMU
Airi Mitsukunimenyukaimukata kata kenangan indah bersamamuaku tidak menerima penyesalanmukata kata dibalik senyumku
"Lalu, kenapa Mama sampai marah seperti itu? Tidak mungkin Mama sampai mau memukulmu kalau tidak ada masalah besar."
Karin menghela napas, memandang datar dinding bercat putih di hadapannya.
"Mama memintaku pergi ke depan beli martabak, Mas. Aku terpaksa menolak karena pusing. Aku sudah memintanya untuk menunggu Mas saja, tapi Mama marah. Mengatakan kalau aku ini hanya berpura-pura sakit demi mendapat perhatian. Mama juga terus mengataiku wanita mandul, Mas," jelasnya dengan suara sedikit bergetar.