Cinta yang Salah
Dia seharusnya berpikir jernih dan mau menerima tawaranku.
Apa susahnya menikah dengan seorang laki-laki yang sudah siap bertanggung jawab dengan segala yang akan terjadi nantinya. Bukankah seharusnya bahagia?
“Ay, aku minta maaf. Aku memang salah melakukan semua ini kepadamu. Ya, aku ini laki-laki yang sangat egois, Ay. Tapi, nggak ada cara lain agar kamu mau menikah denganku, Ay. Kamu selalu mementingkan pekerjaan sampinganmu itu. Padahal aku benar-benar cinta sama kamu. Aku cemburu kalau melihatmu bermesraan dengan laki-laki lain. Aku ingin kamu jadi milikku seorang, Ay. Aku berjanji akan bertanggung jawab dengan semua masalahmu. Aku mohon Ay, terima aku. Ayo menikah denganku.”
Sikat na Kabanata