Cinta Yang Salah
Aku mengangguk setuju.
Iya, kami memiliki ART yang bekerja paruh waktu hanya siang dia bekerja di rumah kami. Makanya semalam kami begitu bebas dan puas melakukan hubungan itu sampai pagi tanpa ada yang mengganggu.
"Iya, Mas."
Aku tak mengerti, kenapa aku menjadi seperti ini, kenapa aku begitu menginginkan sesuatu dari Mas Arkan, sedangkan aku sendiri punya suami. Lelaki tiga puluh tahun itu seolah menjadi candu bagiku, aku ingin selalu bersamanya, dalam penyatuan. Hati ini seakan terpatri untuknya, tak ada lagi hasrat untuk Mas Anton.