Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KEBANGKITAN PENDEKAR RAJA IBLIS

KEBANGKITAN PENDEKAR RAJA IBLIS

"Ayah berada di suatu tempat, mereka menyebutnya Alam Fana, tempat itu seperti bumi, tapi bukan bumi, tempat itu hanya dipenuhi air. Daratan telah tenggelam, ada banyak orang dari masa dan zaman yang berbeda ada di tempat itu. Yang pasti sangat sulit mencari sumber pangan dan sumber daya di sana, ayah rasa kedatangan ayah di sana adalah suatu takdir." "Alam Fana? Apa tempat itu sangat unik?" tanya Arash lagi. Rama tertawa, "sangat unik, tempat itu memiliki berbagai macam hal yang nggak pernah kamu lihat di tempat ini," kata Rama lagi. "Ah, aku jadi ingin ke sana!" "Heh? Mau ke mana?" tanya Rama. "Itu, ke alam Fana! Aku jadi mau ke sana," sahut Arash lagi.
1023.0K viewsCompletedAdded to Library 918 Times as arti fana
Read
+Library
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

tangis Latifah dengan suara serak memukul-mukul dadanya. “Istigfar Maa.., Istigfar..., Jangan marah sama Allah. Ridwan itu milik Allah, maka dia dan kita semua akan kembali pada Allah. Dengan cara apa pun, karena Allah yang berkehendak Maa.., sekarang Mama harus Ikhlas agar jalannya Ridwan bagus. Kasihan papa kalau Mama seperti ini,” ucap Aruna kembali dengan menggenggam erat tangan mertuanya.
910.6K viewsCompletedAdded to Library 349 Times as arti fana
Read
+Library
ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

goda Keyla sambil duduk di meja dapur dan memperhatikan suaminya yang sangat tampan dengan celemek. Arlan tersenyum miring, dia menyajikan bakwan panas dengan hiasan saus yang membentuk tulisan 'I Love You'. "Ini adalah bakwan spesial untuk mertua saya, supaya dia tahu kalau putrinya ada di tangan pria yang tepat."
877 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as arti fana
Read
+Library
Ranjang Panas Sang Arjuna

Ranjang Panas Sang Arjuna

Memikirkan Nadia yang tidak kunjung ketemu. "Lupakan wanita itu, Arjuna. Kamu harus bangkit, perushaan yang baru kamu Akuasisi itu jika tidak kamu urus maka akan kembali bangkrut di urus manusia-manusia tidak berguna itu!" teriak Nyonya Rana. mencoba untuk meyakinkan Arjuna bahwa tidak ada Nadia hidup Arjuna harus tetap berlanjut. "Perusahaan? Aku tidak peduli lagi," balas Arjuna.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as arti fana
Read
+Library
Malam Pertama yang Tertunda

Malam Pertama yang Tertunda

“Anteng banget, Neng.” “I-iya. Itu, udaranya segar kalau pagi. Coba, deh.” Nafisa tergagap sambil meremas kedua tangan di balik kerudung hitam, saat Arzan semakin dekat. Sebab drama Korea dan film Bollywood yang menjadi film favorit, sering kali membuat otaknya dipenuhi adegan-adegan penuh keromantisan. “Tapi Aa lapar,” kata Arzan, begitu sampai di samping kiri Nafisa. Ia lantas bersandar, menoleh dan menyeringai pada Nafisa.
9.914.6K viewsCompletedAdded to Library 554 Times as arti fana
Read
+Library
Legenda Penguasa Kegelapan dan Es

Legenda Penguasa Kegelapan dan Es

Ning An terus bicara seolah-olah tidak kehabisan topik sama sekali, dengan Xinyi yang kepribadiannya tenang, keduanya mudah beradaptasi. "Ohh, iya Xinyi, apa kamu sudah tau mengenai Fenomena Pembekuan?" "Hmm, Sedikit" Ning An mengangguk lalu melihat ke kejauhan "Sesuatu yang dapat membekukan segala halnya dalam radius 100Km, itu hanya bisa dilakukan oleh Artifact, mengingat pembatasan Fana tidak bergeming sedikitpun" Xinyi menangkap sesuatu dari kata-kata barusan "Batasan?"
1037.4K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as arti fana
Read
+Library
Usai Bercerai

Usai Bercerai

Dan nyatanya Meira tidak mampu mengembalikan Arfan yang dulu. "Apa kamu tidak capek terus-menerus murung seperti itu, Fan?" tanya Bu Fania setahun yang lalu. Saat itu Arfan sedang menyendiri di taman belakang. Padahal di rumah besar orang tua Arfan sedang berkumpul keluarga besarnya. Mereka sedang merayakan pembukaan hotel baru milik Pak Arya. Arfan menoleh pada mamanya sembari tersenyum miris. "Mau Mama, aku harus gimana?"
9.5151.9K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as arti fana
Read
+Library
Aibku Ditukar Dengan Madu

Aibku Ditukar Dengan Madu

tegur Arfaaz. Naina hanya menoleh dengan muka masam. "Aku kerepotan dengan bawaannya, Mas. Wajar dong aku teriak memanggil. Bi.. Bibi," jawab Naina terus saja memanggil. "Nan, berhenti. Tidak ada bibi ataupun ART," ucap Arfaaz dengan lantang. Naina kaget. Membulatkan mata dengan sempurna. Namun sejenak kemudian, ia tertawa sumbang.
1021.9K viewsCompletedAdded to Library 548 Times as arti fana
Read
+Library
Menantu Termiskin

Menantu Termiskin

Matanya berbinar melihat lukisan berukuran sedang di tangannya. "Iya mbak, kalau mbak Nita mau aku bisa ajarin mbak melukis." "Aku nggak jago ngelukis Lif." ujar Arnita sambil tertawa. Arita memang menyukai lukisan atau gambar yang indah. Tapi sayangnya ia tidak terlalu jago dalam melukis dan menggambar. Ia juga tidak yakin jika Arman akan mengijinkannya untuk belajar melukis dari Alif. Setelah Arman mewanti-wanti dirinya untuk menjaga jarak dengan Alif.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 217 Times as arti fana
Read
+Library
The Sunday Sunflower

The Sunday Sunflower

Karena jika Gathan benar sudah melupakan Fanala dan tak peduli padanya lagi, dia tak akan repot-repot mengirimkan semua ini. "Dari mana ini?" Arbi membuka suara. "Sasha," sahut Fanala pelan. Arbii kembali meraih tangan Fanala. Ibu jarinya mengusap pelan punggung tangan gadis itu, mencoba menenangkannya meski benaknya sendiri tengah riuh. "Terus kamu mau gimana sekarang?" tanyanya lembut. "Eng... ga.. ta... hu..." Fanala menggeleng, dengan kata terbata-bata karena tangis yang tak kunjung reda.
4.5K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as arti fana
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status