Please, Ceraikan Aku!
“Berhenti, Ana! Berhenti! Aku tidak suka mendengar ucapanmu. Perempuan murahan! Munafik kamu, Ana! Munafik!”
Dadaku bergemuruh, aku berkata dengan pelan dan tatapan penuh kebencian pada Ana. Dia bertingkah seolah aku lah yang membuat salah.
“Ayah, ibu, kenapa masih di sini. Yuk ke sana. Acaranya kan sudah mau dimulai.” Terdengar suara lembut dari belakang Ana. Gadis cantik yang aku perkirakan usianya tidak beda jauh dari Candu dan Candi. Bahkan mungkin mereka seumuran. Wajahnya sangat mirip dengan Ana. Mungkin gadis ini yang akan bertunangan. Sangat jelas tadi, dia memanggil Mas Anjas dan Ana dengan sebutan ayah dan ibu.
인기 회차