Sentuhan Panas Sahabat Pacarku
Tak ada yang tahu bahwa semua itu adalah permainan Ana.
Di rumah itu, Ana menampilkan wajah malaikat, sopan, lembut, dan penuh hormat pada Indri dan Umar. Ia memanggil mereka Mama dan Papa dengan penuh kasih, membuat hati Indri luluh. Tapi setiap kali menatap Ara, matanya penuh perhitungan. Ara boleh tersenyum manis padanya, tapi di balik senyum itu, Ana berbisik dalam hati,
“Kebahagiaanmu akan kuambil sedikit demi sedikit, sampai tak tersisa.”
Sikat na Kabanata