Malam Terakhir di Singgasana
Vionaseribu satu malamrenungan sepertiga malamtek lagu akhir sebuah ceritakisah cinta satu malam
Lyra menatap kosong ke arah pasukan itu yang kini telah menjadi titik-titik hitam kecil, hingga mereka berbelok di tikungan dan menghilang sepenuhnya dari pandangan, air mata pun mengalir di wajahnya.
"Aku nggak bisa memanggilnya. Saat ini, lebih baik kalau dia nggak tahu apa-apa."
"Kalau begitu, kenapa Anda menunggunya di sini?"
"Aku hanya ingin melihatnya untuk terakhir kali." Lyra menyeka air mata dari pipinya, suaranya pelan bagai desahan angin.
Mulai sekarang, mungkin seumur hidup, mereka takkan pernah bertemu lagi.