Cinta Sejati Suamiku
Gusti yang dahulu masih begiti membekas di hatinya, sampai-sampai ia sendiri tidak bisa lagi menempatkan di mana rasa cinta dan di mana rasa benci.
"Katakan apa yang membuat saya bisa menebus semua kesalahan saya, Zia? Saya akan lakukan, tapi kamu harus mau memaafkan saya. Tolong, Zia. Jangan siksa diri kamu sendiri dengan masa lalu saya yang jahat. Apa kamu mau saya dipenjara?" Zia menggeleng. Air mata sudah terjun bebas membasahi pipinya.
"Lepaskan saja saya, Pak."
"Tidak, saya gak mau!" Gusti menarik Zia ke dalam pelukannya. Walau Zia berontak ingin lepas, tetapi tidak bisa. Tenaga Gusti jauh lebih besar dari tenaganya.
Sikat na Kabanata