MENANTU AMBURADUL
tanyaku penasaran.
“Balilah yang deket dulu, baru habis itu ke luar negeri.” tutur Ari mengejutkan. Seandainya diriku yang jadi mempelai perempuannya pastilah hatiku sangat berbunga-bunga. Karena impian terbesarku adalah memiliki suami yang bisa menerbangkan diriku mengelilingi tempat yang jadi impianku untuk kukunjungi. Bukan tempat di mana diriku bertaruh nyawa dan harga diri, yaitu rumah mertua. Ah... Sedih kalau sudah teringat bu Ilma. Ngerusak momen saja. Hahaha.
“Senengnya yang jadi istrimu, Ar.” balasku.