Romantic Hospital
tanya Zio dengan nada sebiasa mungkin, hanya untuk basa-basi.
“Iya, sudah.” Restya menjawab dengan singkat.
“Syukurlah, Dok. Kabar baik kalau begitu,” kata Emma dengan nada lembut.
Restya hanya berdeham.
“Dokter, saya mau memberikan undangan ini,” kata Emma dengan nada santai seraya memberikan undangan berpita kuning. Restya membaca dengan saksama. Terukir nama Emma dengan seorang nama pengusaha muda yang pernah ia dengar dari siaran radio. Kening Restya mengernyit. Ia bingung kenapa bisa secepat itu Emma akan menikah. Padahal, setahunya perempuan itu selalu mengejar Zio.
Bab Populer