Arimbi
"Tidakkah kamu sadar, Arimbi? Kamu sudah merusak masa depanku, dan menghancurkan impianku bersama kekasih yang sangat aku cintai."
Arimbi terus menggeleng, bola matanya memanas. Pengakuan Ratih membuat Arimbi merasa paling bersalah, dan sangat menyesal. Keisengan yang Arimbi lakukan adalah penyebab bangkitnya jiwa lain di dalam diri Wulan yang sekarang menjadi Ratih. Tidak terbendung lagi, akhirnya air mata Arimbi jatuh, napasnya naik turun menahan sesak yang menghimpit. Mengakui kesalahannya.
"Sekarang, aku ingin meminta sebagian kebahagiaan darimu, untuk mencairkan rasa sakit yang kutahan selama bertahun-tahun."
Hot Chapters