WHEN LOVE MEET
“Terima kasih, Mbak. Karena sudah menemaniku dan memberikanku saran. Setidaknya, sekarang, perasaanku lebih baik walaupun rasa sakit belum hilang dari hatiku. Bisakah kita berteman dan bertemu kembali?”
“Tentu saja! ini kartu namaku. Kamu bisa menghubungiku, kapan saja. Tetapi, jika aku tidak fast respon, jangan marah!”
“Hahaha, masa iya aku harus marah jika Mbak Sarah slow respon. Aku bersyukur, Tuhan selalu memberikan orang baik ketika aku sedang terpuruk.”
Perasaan Anggun setidaknya terobati karena hadirnya Sarah yang memberikan nasehat dan pengalaman hidupnya. Anggun pun bernapas panjang dan kemudian menghembuskan secara perlahan.
Hot Chapters