Dinikahi Calon Kakak Ipar
Setelah sampai di rumah, aku mengambil dua buah piring dan membawanya ke lantai atas, aku mengajak mas Arsen untuk makan di balon sambil menikmati angin malam yang segar.
"Mas, aku boleh tanya sesuatu gak?" ucapku sambil mengunyah nasi.
"Tanyalah,"
"Jangan marah tapi ya,"
"Iya," jawabnya pendek.
"Puisi yang mas Riko pakai buat merayuku dulu apa mas Arsen yang buat?" aku bertanya pelan.
"Hemmm," hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya.
"Puisinya bagus loh," pujiku. "Aku aja dibuat jatuh cinta pada mas Riko oleh puisi itu. Kenapa mas Arsen tidak memakainya untuk merayu wanita?"
Hot Chapters