Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
"Uang tidak bisa membeli waktu yang hilang, Nak. Aku cuma butuh rumah sederhana, teman ngobrol, dan ketenangan ibadah di sisa umu. Sisanya... biar kamu yang kelola untuk kebahagiaan Nia dan ibunya. Ganti nama Wijaya Mart itu. Aku muak dengar nama Wijaya."
"Sesuai janji saya pada Nia," jawab Arka mantap. "Semua gerai akan di-rebranding menjadi Ratih Mart. Dan perusahaan induknya akan saya masukkan ke dalam holding Adhiguna untuk mengamankan asetnya."
Bu Santi tersenyum puas. "Ratih Mart... Ratih pasti senang. Dia yang paling menderita selama ini."
Suasana hening sejenak. Angin sore berhembus pelan.