Dewa
"Maafkan kami,"
Kepala Dewa terasa pening. Sekujur tubuhnya sakit tidak keruan. Serasa maut telah berada di kerongkongan. Bibirnya berdarah! Wajahnya bengkak, merah-merah. Dari lubang hidungnya mengalir darah segar. Tangan kirinya memegangi perutnya yang sedari tadi ditendang-tendang oleh warga, sementara yang kanan memegangi kepalanya. Bagian tengkuknya mengeluarkan darah, sabetan rotan dan kayu, tadi sempat menjarah bagian rawan di kepalanya. Napasnya mendadak seolah tersekat. Udara tak mampu dihirupnya. Serasa langit roboh menimpanya dengan murka.
"Tuhan! Tolong aku," batin Dewa. "Tuhan sakit sekali,"
Bab Populer