Menggenggam Awan
Terlihat Zia memalingkan wajahnya ke jendela, enggan menatap Awan.
“Zi, aku tau kamu cemburu,” ucap Awan parau,
“Aku nggak apa-apa.” Jawab Zia berbohong,
“Zi, maafkan aku,” ucap Awan menenangkan, menggenggam tangan Zia.
“Sayangku, aku mengajak serta kamu ke sini, karena aku tidak ingin jauh dari kamu dan Azzam,” Awan masih membujuk Zia. Zia masih terdiam.
Hot Chapters