Luka Abadi, Cinta Tak Berarti
Dia terbaring di tubuh ibuku, gemetar hebat sambil menatap Yobel yang seperti kehilangan akal, bahkan sampai mengompol.
Ibuku bangkit dengan kepala pusing, tidak peduli dengan Kelven, dia malah merangkak mendekati kaki Yobel dan tatapan matanya tampak penuh kekhawatiran.
Dia bertanya, “Yobel, kamu bilang… putriku kenapa?”
Yobel menunduk memandang ibuku.
Sebenarnya wajahku dan wajah ibu memang mirip sekali, banyak orang yang bilang kami seperti dicetak dari cetakan yang sama.
الفصول الرائجة