Dimanja Om Tampan
la berpikir, wanita itu akan datang bersama pengacaranya untuk mengurus masalah uang persyaratan itu.
Namun, ternyata dugaan Lilly salah. Justru Ammar, suaminya, yang datang dengan ekspresi dingin dan tatapan tajam.
"Keponakan, kau tidak mempersilakan Om-mu masuk?" Ammar dan Mayang berdiri di depan pintu.
Pria itu memandang rumah tak layak huni itu dengan ekspresi jijik dan sinis. Furnitur usang berdebu, lantai bercelah, dan cat dinding mengelupas di beberapa bagian.
Hot Chapters