Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Janda Kembang

Janda Kembang

Lihat saja penampilannya, lusuh, kumal, mana rambutnya diikat ekor kuda begitu, idiih, yang benar saja, aku tidak akan tergoda oleh gadis kampungan kayak dia,' batin Reyhan. "Pak Reyhan, monggo silahkan masuk!" pinta Pakde Jarwo. "Oh iya, Pak. Tapi sebelumnya, tolong panggil saya Reyhan saja, jangan panggil Pak!" Pakde Jarwo tersenyum sambil manggut-manggut, "Iya, baiklah kalau begitu, lagi pula Pak Reyndra masih sangat muda, mungkin masih sepantaran anak saya yang pertama." "Saya baru umur 28 tahun."
106.3K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as ayodhya kanda
Read
+Library
ADHARA

ADHARA

pekik Indah Wanda menatap gadis didepannya dan membekap mulutnya reflek kala minuman yang dipegang gadis tersebut mengenai pakaiannya "Aduh maaf yah, maaf saya gak sengaja." ucap Wanda Indah menatap dirinya yang lengket terkena coffe yang ia bawa tadi "Heh mbak, mbak punya mata gak sih. Bsju saya jadi kotor kan." sahutnya dengan nada kesal "Maaf saya bener-bener gak sengaja. Eh saya kasih uang buat laundry aja gimana?"
2.8K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as ayodhya kanda
Read
+Library
Nilakandi

Nilakandi

tanya Tama. "Nilakandi itu sebatang kara, ayahnya sudah meninggal dan ibunya koma sejak bertahun-tahun yang lalu karena kecelakaan. Kecelakaan itu melibatkan teman Kandi sekaligus tunangan Ten, bajingan yang lolos dari polisi kemarin," jelas Diwana memulai Jovyan menelan ludah saat menyimak cerita Diwana barusan, mendengar Diwana yang polos mengumpat saja rasanya menyeramkan.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as ayodhya kanda
Read
+Library
Handa

Handa

Handa sudah tiba di Stasiun Gambir, pandangan Handa menyapu seisi stasiun sejak keluar dari Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Hingga pandangannya berhenti pada seorang lelaki paruh baya yang berbadan kurus, tetapi kulit bersih dan pakaiannya yang rapi membuatnya masih terlihat tampan, dia adalah Gunadi ayah kandung Handa.
1034.5K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as ayodhya kanda
Read
+Library
Chandra

Chandra

Yang ia targetkan adalah Rain, bukan Alif dan ia juga tidak berniat merusak hubungan keduanya. Chandra terlihat berpikir bagaimana cara meminta kunci motornya. Akhirnya Chandra mundur empat langkah lalu kemudian ia berlari ke arah pintu. Chandra terlihat pura-pura kelelahan. Sementara Alif gelagapan dengan kedatangan Chandra. Alif sedikit menjauhkan diri dari Aksa. "Loh Chan, habis ngapain?" Sifat Alif kembali. Suara lelaki itu berbeda sekali saat sedang berdebat dengan Aksa tadi.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as ayodhya kanda
Read
+Library
HYANG YUDA

HYANG YUDA

Hyang Yuda memanggil senjata pusakanya yang bernama Mahakandaga(7) dan dengan secepat kilat, senjatanya yang disimpan di gudang Amaraloka kini sudah berada di tangan kanannya. (7) Mahakandaga adalah satu dari beberapa senjata pusaka milik Hyang Yuda. Maha yang berarti besar dalam bahasa sansekerta dan Kandaga yang berarti pedang dalam bahasa Jawa Kuno. Mahakandaga berupa pedang besar dan berat yang memilik bagian emas di gagangnya. “Berhenti. . . .” Hyang Yuda berteriak ke arah Durbiksa yang kini sudah berada di hadapannya dan membuat angin bertiup kencang ketika suara dari teriakannya yang kencang menggelegar.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as ayodhya kanda
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

*** To be continue, Hayooo tebak siapa yang panggil-panggil Thalisa? Buat yang merasa senang karena ada adegan jambak-jambakan, mari kita joget bersama 😂 Tunggu up selanjutnya ya, jangan kemana-mana. Pantengin terus Janda Kembang di Goodnovel, ya! 💃❤
9.88.9K viewsOngoingAdded to Library 239 Times as ayodhya kanda
Read
+Library
Cundhamani (Panah Api)

Cundhamani (Panah Api)

jawab Arya dan mengarahkan kudanya ke arah selatan. Sakuntala sudah mengira hal ini akan terjadi. Arya pasti berpikiran pendek. Markas Baka Nirdaya memang berada di selatan Payoda. Namun bila ia dapat menyusul, para pemberontak itu tak akan dikalahkan dengan mudah. Arya akan segera dikalahkan saat tenaganya habis. “Kau tak ingin menurus jenazah Ibundamu?” tanya Sakuntala memberikan pertimbangan. “ Tak mau kah kau memberikan penghormatan yang layak untuknya?”
1098.7K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as ayodhya kanda
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status