Gelang Langit
Suaranya bergetar, bukan karena marah, tapi karena takut kehilangan.
Ayu berdiri perlahan. Ruang bercahaya yang tadinya bergemuruh kini sunyi, tetapi dari kejauhan terdengar lagi suara samar—kali ini bukan gema pertempuran, melainkan lantunan. Lembut, seperti nada yang memanggil. Ayu memejamkan mata, merasakan nadanya menusuk langsung ke hati. “Sekarang giliranku,” katanya tanpa menoleh.
Rakasura hendak berdiri, tapi tubuhnya lemah. “Ayu, jangan—”
Hot Chapters