Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hamil Tapi Perawan

Hamil Tapi Perawan

Rupanya perempuan itu sudah cekatan lebih dulu. Tsabi menggendong Zayba dalam timangan, sementara Shaka fokus mengemudi. Langsung bertolak ke rumah sakit tanpa menunggu lama. "Mas, nanti aku sekalian konsultasi masalah KB ya, enaknya pakai apa ya." "Emang udah selesai nifasnya?" tanya Shaka mengingat sudah satu bulan lebih juga. "Udah, tapi masih sabar kan nunggunya. Masih belum berani Mas," kata Tsabi jujur.
9.859.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai bab keras tidak bisa keluar
Baca
+Pustaka
Dear, Pak Dokter

Dear, Pak Dokter

"Jangan suka menekuk muka, nanti kamu bisa cepat tua. Tidak lucu kan kalau kamu sudah terlihat seperti kakek-kakek padahal belum menikah." "Sialan!" Arvi mengumpat seraya terkekeh hambar. "Yah, aku memang sedang kesal." "Kenapa?" "Tadi ada pasien, masih bayi. Umurnya kira-kira baru tiga bulan, dia mengalami obstipasi. Kata orang tuanya, bayi mereka tidak buang air besar lebih dari dua minggu, bahkan perutnya terlihat membuncit. Dan kamu tahu apa penyebabnya?"
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 683 kali sebagai bab keras tidak bisa keluar
Baca
+Pustaka
Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

"Bayiku semakin mendesak keluar. Tidak bisakah aku mengejan sekarang?" "Tidak boleh, Bibi!" seru si Kembar bersamaan. "Kata Dokter, Bibi baru boleh mengejan kalau sudah pembukaan 10," tambah Emily. Tanpa terduga, air mata Barbara mulai menitik. Sambil memejamkan mata, ia berusaha mengatur napas. "Bibi ini sebenarnya bersemangat atau takut?" Emily menyeka air mata di pipi Barbara. "Tidak perlu takut, Bibi. Mama dan Bibi Ava saja bisa, apalagi Bibi yang paling rajin senam."
10500.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.0K kali sebagai bab keras tidak bisa keluar
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
evaluasi alamiah
Bagus sih pas awal2 cerita,alurnya sedikit bertolak belakang.Biasanya CEO nyari tau atw mw tanggung jawab si Frank ini malah sebaliknya.Kakek biasanya seneng dpt cucu,Rowan ini malah sempet mw bunuh.Tapi mkn ke sini agak kurang gmn gitu,dialognya kaya kurang macho bwt tokoh Frank.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Baca Semua Ulasan
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Bisa menyebabkan keracunan yang ditandai dengan sesaknya saluran pernapasan. Well, bagiku yang terpenting adalah bayinya sudah lahir dengan sehat dan selamat, begitu juga dengan mamanya. Sehat, tak kurang satu apapun juga. Sungguh, aku sampai kehabisan kata-kata lho, dalam cerita kelahiran ini. Ya ampuuun! Lututku sampai gemetar hebat, waktu kepala bayinya masih tersangkut di dalam. Tapi ternyata, Kenzy punya trick untuk mengatasinya. Well, dia hanya meminta tante Bethanny untuk bernapas pendek-pendek lalu tiba-tiba bayinya lahir. Auuuhhh, kok, aku merasa sakit sekali ya menulis cerita ini?
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 736 kali sebagai bab keras tidak bisa keluar
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku, Om Dokter!

Sentuh Aku, Om Dokter!

"Beliau tidak pingsan, Nona. Beliau hanya kecapean saja jadi terlelap tidur. Tadi saya juga sudah suntikan obat untuk mengurangi frekuensi buang air besarnya." Aku menghela napas lega, meski kekhawatiran belum sepenuhnya hilang. "Sebenarnya Dokter Bagas ini kenapa ya, Dok?" tanyaku penasaran, walaupun dalam hati aku sudah menebak-nebak. "Beliau terkena gejala muntaber. Untungnya baru gejala awal, jadi bisa langsung ditangani dan biasanya akan lebih cepat sembuh, Nona."
1067.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai bab keras tidak bisa keluar
Baca
+Pustaka
Kissing Partner Sang Tuan Muda

Kissing Partner Sang Tuan Muda

Jawab Bara yang merasa tidak ada yang salah dengan apa yang sedang dia lakukan. "Tapi aku tidak bisa buang air kecil kalau ada orang lain yang melihat ku!!! " Teriak Kara kesal sambil menghentakkan kakinya. Bagaimana Kara tidak kesal, sudah lima menit dia duduk di closet itu tapi Bara tidak terlihat akan keluar. "Buang air kecil??? heemm... apa hubungan nya buang air kecil dengan tes yang akan kau lakukan?" tanya Bara dengan wajah serius.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai bab keras tidak bisa keluar
Baca
+Pustaka
MELAHIRKAN LEWAT MULUT

MELAHIRKAN LEWAT MULUT

"Coba bapak sini, Bu." Bu Mala mundur bergantian dengan Pak Bagus mencoba membuka pintu, berkali kali Pak Bagus menabrak pintu dengan pundaknya sama sekali tidak berhasil. Pintu itu seolah di tahan oleh sesuatu yang sangat berat di luar sana. "Astagfirullah, ini pasti ada yang nggak beres, bu. Pintunya sama sekali nggak gerak," ucap Pak Bagus putus asa.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai bab keras tidak bisa keluar
Baca
+Pustaka
Runtuhnya Sebuah Kesetiaan

Runtuhnya Sebuah Kesetiaan

Sekilas ia mengangguk, menyembunyikan rasa malu yang merayap naik hingga ke ubun-ubun. Setelah keluar dari klinik, ia langsung menelepon Haris. “Mas, aku nggak bisa pakai BPJS buat kontrol lanjutan. Mereka minta buku nikah.” Haris terdengar bingung di seberang sana. “Ya ampun… aku kira selama ini bisa aja.”
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai bab keras tidak bisa keluar
Baca
+Pustaka
Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Kain Basahan Basah di Kamar Mandi Part 01: Kain Basahan Basah "Pa, kok ada di rumah? Bukannya tadi sudah berangkat ke kantor?" cecarku dengan heran. Aku menautkan satu alis ke atas. "Ada yang ketinggalan," jawabnya santai. "Semuanya sudah kusiap 'kan tadi. Kenapa masih ada yang ketinggalan," tanyaku kembali.
33.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 737 kali sebagai bab keras tidak bisa keluar
Baca
+Pustaka
Kami Tanpa Kamu

Kami Tanpa Kamu

Itu karena bajuku memang tidak muat menginjak usia kehamilan ke tujuh bulan. "Lalu kenapa?" tanya Mas Malik. "Aku mau izin keluar bentar." "Ke mana?" Dia bertanya lagi. "Aku bosen di rumah terus, suntuk." "Halah pasti kamu mau kabur, nggak boleh!" Nada suaranya keras hingga aku terkejut.
10117.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai bab keras tidak bisa keluar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status