Putri yang Sesungguhnya
anisaspasutridewi putri yang sebenarnyaputri mahkotaputri a
Sementara Adiwangsa, baru selesai menyampaikan pesan itu kepada Deolinda.
“Saya sudah menyampaikannya, presdir.”
“Ya, terima kasih.”
Saat langkah kakinya, belum sampai pada luar gedung. Gibran sudah berhenti mengayunkan kakinya, hal itu membuat Adiwangsa juga berhenti berjalan, dan bingung sendiri.
Gibran tersenyum. Menyapa Binar di depannya. Kemudian Binar dengan sopan, membungkuk memberi hormat kepada bos besar perusahaan tempatnya ia bekerja itu.
Hot Chapters