LOGINHerman membatalkan pernikahan anaknya karena calon besan hanya memberi uang dapur satu juta. Sedangkan besannya ingin pesta yang megah dan meriah.
View More"Gimana bu, apa semua berjalan sesuai rencana?" tanya Azam saat bu Nurma datang menjenguknya disel tahanan."Ridho kecelakaan, pak Herman sampai meninggal dunia," ucap bu Nurma tersenyum."Bagus, hanya dengan satu tepukan, ada dua lalat yang terperangkap, kerja Ibu memang sangat hebat," balas Azam tersenyum sinis."Kamu salah, ada orang lain yang sudah melakukannya lebih dulu. Ibu bahkan tak melakukan apapun. Baru saja Ibu akan melaksanakan rencana kita, siapa sangka Ridho sudah mendapatkan balasannya sendiri. Pak Herman terkena serangan jantung saat mendengar kecelakaan Ridho. Dunia ini sedang berpihak pada kita," tutur bu Nurma dengan rasa bangga seolah balas dendamnya telah terlaksanakan."Jadi semua ini bukan ulah Ibu ... baguslah kalau begitu, lalu bagaimana dengan Mira, apa dia terlihat begitu menyedihkan karena kehilangan orang tuanya dan tidak jadi menikah dengan Ridho?" tanya Azam yang penasaran dengan kondisi Mira."Mira memang tidak jadi menikah dengan Ridho, tapi pernikaha
"Dok, pasien bernama Ridho yang dirawat di ruang ICU sepertinya mulai sadarkan diri," ucap suster jaga yang saat itu bertugas memeriksa kondisi Ridho."Apa kamu yakin sus?" tanya Dokter seakan tak percaya dengan ucapan suster tersebut."Saya sangat yakin, Dok. Saat tadi memeriksanya, tubuh pasien merespon dengan sangat baik, sesekali jarinya terlihat bergerak," tutur suster jaga yang telah mengecek kondisi Ridho."Kalau gitu, suster temani saya untuk memeriksa kembali keadaan pasien!" Seru sang Dokter yang di angguki suster perawat.Mereka berjalan cepat menuju ruang ICU dimana Ridho tengah dirawat, suster membawa peralatan yang diperlukan dokter untuk memeriksa pasien. Terlihat Ridho masih terbaring lemah diatas ranjang, dengan cekatan Dokter mulai memeriksa kondisi Ridho dengan teliti."Mir, Mira," Rhido mengigaukan nama Mira disela sela kesadarannya."Alhamdulilah sus, ini sebuah ke keajaiban. Kondisi pasien mulai membaik bahkan ia sudah mulai siuman, tadinya saya pikir pasien ini
"Mir!" Seru pak Yudi pada Mira yang sedang duduk bersama Ibunya."Iya, om. Apa semuanya sudah selesai diurus? Sebaiknya kita bawa Bapak kerumah untuk dishalatkan terlebih dahulu," ucap Mira pada pak Yudi."Engga nak, sebaiknya almarhum Bapakmu langsung dibawa ke mesjid dekat rumah untuk dishalatkan disana," sanggah bu Sartinah."Ya sudah, dibawa ke mesjid dulu baru dibawa ke rumah," tutur Mira pada Ibunya."Nggak, nak. Setelah dishalatkan Bapakmu akan langsung dimakamkan," sanggah bu Sartinah kembali."Loh, memangnya kenapa nggak dibawa ke rumah bu?" tanya Mira pada ibunya, ia sampai mengerutkan alis karena pernyataan bu Sartinah."Orang rumah sedang mempersiapkan pernikahanmu, sebaiknya Bapakmu langsung dimakamkan saja," jawab bu Sartinah enteng."Mempersiapkan pernikahan? Maksud ibu apa? Mas Ridho saja masih terbaring kritis di rumah sakit ini, bahkan Bapak saja belum sempat dimakamkan. Apa pantas Ibu berkata seperti itu," tutur Mira yang tersulut emosi pada Ibunya. Bahunya terlihat
Keadaan semakin kacau saat pak Herman terkena serangan jantung, ia masih terkulai lemas diatas tempat tidurnya. Sementara Mira masih terbaring dengan alat infus yang menempel ditanganinya, Bu Sartinah hanya bisa menangis melihat keadaan anak dan suaminya.Bu Sartinah masih belum mendapatkan kabar kembali tentang Ridho. Kabar terakhir yang ia tahu jika saat ini Ridho dalam keadaan kritis. Hari yang harusnya menjadi kegembiraan untuk Mira dan keluarganya menjadi hari kesedihan untuk Mira dan semua anggota keluarga."Enghhh," suara lenguh pak Herman yang mulai sadarkan diri."Alhamdulilah, Bapak udah sadar," ucap bu Sartinah yang merasa sedikit lega."Mira sama Ridho, gimana bu?" tanya pak Herman pada istrinya yang terlihat sembab karena tak henti menangis."Sudah, Bapak tak perlu banyak pikiran. Sekarang Bapak istirahat saja dulu, biar kondisi Bapak cepat membaik," tutur Sartinah yang masih khawatir akan kondisi suaminya."Bapak ingin bicara dengan pak Yudi," ujar pak Herman dengan sang












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews