Terlahir Kembali, Adikku Tetap yang Dipilih
Saat aku membuka mata, adik perempuanku, Serena Susanto, sedang berlutut di depanku sambil terisak. Sebilah pisau buah menempel di dekat pergelangan tangannya.
"Nora, aku bersumpah aku nggak sengaja. Aku terlalu banyak minum. Aku bahkan nggak tahu gimana aku dan Lucas bisa ...."
Aku nyaris tertawa. Karena aku pernah melihat kejadian ini sebelumnya.
Di kehidupanku yang lalu, Serena menangis seperti korban setelah tidur dengan tunanganku, Lucas Ardana.
Semua orang menghiburnya. Lucas menikahinya demi menyelamatkan reputasinya.
Sedangkan aku dipaksa untuk menikah dengan Graham Baskara, tunangan Serena yang telah dia tinggalkan.
Sebelum pernikahan, Lucas menunjukkan namaku yang ditato di pergelangan tangannya dan berjanji kalau dia hanya akan mencintaiku.
Aku memercayainya. Aku menyia-nyiakan lima tahun hidupku di sisi seorang suami yang menginginkan saudara perempuanku, sambil menunggu seorang pria yang telah menikahinya.
Kemudian, Serena meninggal.
Aku pikir Lucas akhirnya akan kembali kepadaku.
Namun, aku menemukannya di rumah duka, sedang memeluk foto Serena seolah-olah dia baru kehilangan cinta sejatinya.
"Dia istriku," katanya kepadaku. "Lupakan saja, Nora."
Di pesta ulang tahunku, Lucas dan Graham bertengkar di atap gedung karena Serena.
Yang satu telah menikahinya. Yang satu lagi tidak pernah berhenti menginginkannya.
Saat mereka saling berebut dirinya, aku terdorong ke jalan raya dan tewas di bawah sorot lampu kendaraan.
Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke awal semuanya.
Kali ini, kupikir hanya aku satu-satunya yang mengingat semuanya.
Ternyata aku salah.
Lucas mengingatnya. Graham juga mengingatnya.
Bahkan setelah mendapatkan kesempatan kedua, mereka berdua masih memilih Serena.
Kali ini, aku tidak akan ditukar, dipilih, ataupun dibuang.
Kali ini, aku akan membangun sesuatu yang tidak akan pernah bisa mereka rebut dariku.