Behind The Scene
“Baiklah. Jadi, kerja apa Arlan itu, Mbok?”
Lidia menggaruk leher meski tak gatal. “Sembok kira Non sudah tahu.”
“Belum, Mbok. Mana berani aku bertanya, kalau beneran kantor—” Moza tak melanjutkan ucapannya, teringat pesan Lidia.
“Kantor itu loh Non, penyedia gedung-gedung, terus restoran, hotel, komputer gitu.”
Moza terlihat berpikir. “Bidang properti, ya? Tapi menyediakan komputer juga?”
Hot Chapters