Salah Kamar
tanyaku saat memberikan tas belanjaanku untuk dihitung.
“Dua juta seratus ribu rupiah,” katanya sambil tersenyum. Mungkin lelaki itu senang, karena aku berbelanja sangat banyak.
“Bayar pakai debit, bisa tidak?” tanyaku.
“Bisa.” Aku pun mengangguk, lalu meraba tas selempang kecil. Mataku membulat sempurna, saat tas selempangku terasa kosong. Seperti taka da benda apapun di dalamnya. Seketika wajahku panik. Dengan tangan gemetar, kuperiksa isi tas dan benar saja, tak ada dompet, tak ada dua ponselku. Hanya krim tabir surya dan uang receh lima puluh ribuan dan sepuluh ribu di dalamnya.
Sikat na Kabanata