Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

“Cek dompetku?” “Buat apa? “Cek aja.” Padma membuka dompet kulit tersebut dan hanya menemukan kartu-kartu serta uang pecahan seratus ribu. “Apaan sih?” “Ada kondom di sana?” Pertanyaan Badai membuat Padma mendelik. “Nggak ada.”
6.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 191 Beses bilang dompet kosong
Read
+Library
Cinta Memabukkan MR. CEO

Cinta Memabukkan MR. CEO

Tunggu dulu, ada yang hilang! Tas kecil dengan satu lubang yang hanya menggunakan magnet pada penutup tanpa resleting. Aku tidak bisa menemukan ponselku ketika membukanya, hanya dompet. Aku tidak membawa barang lain, bahkan sepotong tisu. Ponselku menghilang begitu saja.
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 133 Beses bilang dompet kosong
Read
+Library
Salah Kamar

Salah Kamar

tanyaku saat memberikan tas belanjaanku untuk dihitung. “Dua juta seratus ribu rupiah,” katanya sambil tersenyum. Mungkin lelaki itu senang, karena aku berbelanja sangat banyak. “Bayar pakai debit, bisa tidak?” tanyaku. “Bisa.” Aku pun mengangguk, lalu meraba tas selempang kecil. Mataku membulat sempurna, saat tas selempangku terasa kosong. Seperti taka da benda apapun di dalamnya. Seketika wajahku panik. Dengan tangan gemetar, kuperiksa isi tas dan benar saja, tak ada dompet, tak ada dua ponselku. Hanya krim tabir surya dan uang receh lima puluh ribuan dan sepuluh ribu di dalamnya.
1099.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.5K Beses bilang dompet kosong
Read
+Library
Istri Simpanan Sang Aktor

Istri Simpanan Sang Aktor

Rumah itu sunyi senyap seperti makam. Doni bangkit, berjalan ke dapur. Kulkas kosong melompong. Hanya ada sebotol air mineral yang isinya tinggal setengah. Dia meneguknya dengan rakus. “Sial, aku lupa belanja,” rutuknya. Dia berniat memesan makanan, tapi kemudian teringat: dia tidak punya uang sepeser pun. Rekening nol, dompet fisik kosong dikuras Jihan, mobil ditarik.
101.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 39 Beses bilang dompet kosong
Read
+Library
Dompet Tak Terbatas

Dompet Tak Terbatas

Bukan sunyi yang canggung, melainkan keheningan orang-orang yang tak lagi butuh kata-kata. Dimas menghembuskan napas panjang napas yang terasa seperti dilepas setelah lama tertahan. Ia memandang sekeliling: hadiah berserakan, sepatu terlempar di sudut, nampan dessert yang nyaris tak tersentuh di atas meja. Sebuah kekacauan… tapi dalam bentuk yang paling indah. Kelopak matanya mulai terasa berat.
3.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 114 Beses bilang dompet kosong
Read
+Library
Suntik Aku, Mas Dokter!

Suntik Aku, Mas Dokter!

Matanya membelalak lebar menatap kekosongan di hadapannya dengan sorot horor. Pria ini baru saja teringat akan sebuah hal fatal. Ada sesuatu yang sangat penting tertinggal di kediaman keluarga konglomerat itu. Sebuah kesalahan fatal yang sanggup menghancurkan rencana besarnya menjadi kepingan debu. Sebuah keteledoran amat fatal baru saja melintas menghantam akal sehatnya. Dompet kulit kesayangannya tidak ada di dalam saku celana bahan yang dia kenakan.
10104.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.9K Beses bilang dompet kosong
Read
+Library
Nafkah yang Disunat Suamiku

Nafkah yang Disunat Suamiku

Dompetku telah ia temukan, dan kini berada dalam genggaman. Waduh, bakal ketahuan, deh. Gimana reaksi Mama kalau dompetku kini tak berisi seperti sebelumnya?
1029.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 908 Beses bilang dompet kosong
Read
+Library
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

Dompet kulit itu berisi setumpuk uang yang membuatnya membengkak begitu besar. Ada apa sebenarnya? Batin Shen Yiyi sebelum akhirnya ia melihat Mu Shenan meletakkan dompet itu di tumpukan teratas lembaran uang yang telah Shen Yiyi pegang dengan kedua tangannya. “Yiyi… itu adalah uang untuk belanja besok. Kalau masih kurang, besok aku akan memberikan uang lagi untuk belanja lusa.” “?!”
9.8191.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 6.3K Beses bilang dompet kosong
Read
+Library
Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Ini diambil dari dalam kotak semalam, nenek berkata ini adalah petunjuk untuk menelusuri latar belakang hidupnya. Dompet ini dibuat dengan sangat rapi, ada sulaman panda dan bambu di atasnya. Dia tidak mengerti sulaman, tetapi merasa gambarnya sangat hidup. Namun dompetnya kosong, tidak ada catatan atau petunjuk apapun, dia merasa sangat kecewa. Tidak mungkin mengetahui siapa orang tua kandungnya hanya dengan mengandalkan dompet ini. Suzy menggelengkan kepalanya, dan ingin menyimpan dompet di tangannya.
9.34.9M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 142.9K Beses bilang dompet kosong
Ipakita ang mga Review (1893)
Read
+Library
Mhealie 99
cerita nya seru sayang nya dari satu bab 10 koin sekarang sudah 14 koin, bantuan penerima koin juga sedikit tolong dong jangan di tambah lagi koin untuk membaca setiap bab nya, walau di tambah tapi mendapatkan koin nya di permudah juga..
Iss
utk Paviliun Angin, bnr² tega bgt ya.bisa²nya bikin ak maraton baca selama 26hr nggak peduli hbs jutaan buat beli koin smpe mataku kyk panda bengkak ngkak ngkak.kadang smpe lupa mkan. Tolong UPDTEnya yg banyak&jgn lama². jgn bikin aku tersiksa krna penasaran cerita selanjutnya......
Basahin ang Lahat ng Review
SULTAN DESA

SULTAN DESA

"Tolong ambilkan pakaian aku beberapa setel dan dompet di meja kamar." Gilang tadi berangkat buru-buru ke kampus sampai dompet ketinggalan di meja. Dompet itu berisi separuh hidupnya. Dia biasanya menyimpan dompet di tas kuliah, tas itu ada di mobil dan sekarang dibawa Nita ke sekolah. Dia pinjam motor sport tetangga. Dia mesti berangkat ke Jakarta saat ini juga. Tidak enak pinjam motor lama-lama biar sudah akrab dengan Pak Mirza.
1013.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 404 Beses bilang dompet kosong
Ipakita ang mga Review (3)
Read
+Library
Enday Hidayat
Hai, viewers. Maaf sekali ada keterlambatan update cerita karena author sedang menjalani pemulihan kesehatan sejak Desember hingga sekarang. Cerita ini direvisi total sehingga ada pergeseran posisi episode. Bagi sahabat yang sudah membaca sampai episode ke 93, bisa langsung lanjut ke episode 102.
NDRA IRAWAN
Secara pribadi saya tidak mengenal Namira, Sultan Desa adalah karya pertamanya yang saya baca. Baru sampai bab dua saja, rasanya ingin belajar membuat cerita seindah, sesimple dan seasik ini untuk dibaca. Luar biasa, andai saya mengenalnya ingin rasanya membuatkan cover untuk cerita ini.
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status