Ketika Mertua Ikut Campur
“Iya nih, di sini. Belok Fan. Rumahnya warna hijau ya, nanti.”
Sesuai perintah ibu, aku berhenti di rumah itu. Terlihat dari banguannya masih tergolong rumah zaman dulu. Ada banyak jendela di bagian depan dan samping rumah. Warna hijau yang ibu sebutkan tadi, lebih condong ke warna hijau tua yang sudah usang. Itu pun hanya di kusen jendela saja. Selebihnya berwarna putih yang sudah kusam pula.
Setelah mobil terparkir rapi di halaman rumah yang lumayan luas, ibu dan Eliza bersiap untuk turun dan pergi ke dalam rumah milik temannya itu.