Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Di aula utama. Morgan sedang berdiri tegak sambil menaruh kedua tangannya di punggung. Di belakangnya, ada beberapa pengawal Keluarga Lisano dan seorang pria tua berpakaian hijau yang memancarkan aura mengesankan. Pria tua berpakaian hijau itu adalah ahli dari generasi tua Keluarga Lisano dan juga seorang petarung Alam Tigana.
8.84.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187.4K kali sebagai background hijau tua
Tampilkan Ulasan (1547)
Baca
+Pustaka
Raden Arya
saya do'akan penulis novel ini diberikan kesejahteraan dan kelancaran dalam hidupnya, juga kepada para pembaca setia. izin promosi ya kak... bagi yang suka novel dengan alur mafia dan balas dendam. yuk mampir ke novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. terimakasih...
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Putih Abu-abu

Putih Abu-abu

Ia mengangkat kepala untuk menghalau air matanya agar tak terjun bebas dan membasahi wajah yang hanya berpoles bedak tipis itu. Tangan lentik dan putih mulus itu perlahan menyentuh knop pintu dan memutarnya pelan. Di dalam ruangan putih bersih dengan aroma obat-obatan yang kuat menyeruak ke indera penciuman ia temukan asisten rumah tangga keluarganya yang tengah duduk di sofa dekat pintu. Ia tersenyum tipis melihat wanita yang sudah menginjak usia lebih dari setengah abad itu. Wanita yang masih setia mengabdikan diri di keluarganya hingga usia senja.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai background hijau tua
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Si Gadis Desa

Malam Pertama Si Gadis Desa

Ia mengajak gadis itu untuk naik ke lantai dua, mencari tempat gamis di sana. "Itu bukan?" tanya Zafar. Mata gadis itu berbinar dengan senyuman yang mengembang di bibirnya, kemudian mengangguk. Zafar membantu untuk mengambilkannya. "Mau warna apa?" "Hijau," jawab Hilma, matanya sudah jatuh cinta pada warna hijau sagee itu. "Boleh juga pilihanmu." Pria itu menarik kembali tangan sang istri ke ruang ganti, dan menempelkan bajunya pada Hilma saat sudah di depan cermin.
1027.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 638 kali sebagai background hijau tua
Baca
+Pustaka
DUNIAKU YANG HILANG

DUNIAKU YANG HILANG

Kaca besar tembus pandang kearea taman yang tertata rapi dengan rumput menghijau, terlihat asri dan menyejukkan mata pemandangnya. Ada tiga Hiasan kaligrafi berbingkai besar dengan tinta warna emas bertuliskan ayat kursi, Al-'Asr dan At-Tin. Dua buah foto keluarga berukuran besar dari kakek-nenek hingga cucu-cucunya. Ada foto Muhammad Thoriq kecil disana, memakai baju takwa dan peci dengan senyum menggemaskan. Satu lagi foto keluarga hanya berisi Abi, Umi dan Thoriq muda. Rambutnya sedikit gondrong dengan postur tegap berdiri disebelah Umi yang masih tampak muda dan cantik dengan hidung mancung. Abi adalah seorang Jawa dengan tatapan mata bijaksana dan lembut.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai background hijau tua
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

"Tapi, Pak Tua, apakah Anda tidak memperhatikan sesuatu?" "Sudah berapa kali kukatakan padamu untuk memanggilku Tuan! Kenapa kau tidak mau mendengarkan, dasar bocah nakal!" Pria tua berjubah hijau itu tampak tidak senang. "mendengus." Gadis berbaju hijau itu mendengus pelan, mengabaikan ketidaksenangan lelaki tua berjubah hijau itu, lalu berkata lagi, "Tidakkah menurutmu dia sangat mirip dengan orang di potret di istana itu?"
1013.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai background hijau tua
Baca
+Pustaka
Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia

Jevan menunduk sopan. Jevan sampai di rumah megahnya. Rumah dengan gaya minimalis modern yang didominasi warna coklat dan putih. Di depannya terdapat halaman yang luas, yang biasa dipakai untuk berkumpul keluarga. Terdapat tanaman hijau – hijauan yang mampu menyuguhkan pemandangan memanjakan mata.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai background hijau tua
Baca
+Pustaka
AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

"EHEM " Deg Waduh deheman bikin bergetar kakiku , nyaliku menciut seketika.serem amat ngedehem aja.terlihat di depanku seorang nenek tua dandanannya glamour matanya di cat hijau bibirnya merah merona alisnya runcing dan belok ke bawah kaya ulet lagi nungging, rambutnya di sanggul besar elah apa gak berat ya?bajunya kurang bahan banyak lipatan sana sini idihhh kok pede banget pake pakaian kek gitu?
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai background hijau tua
Baca
+Pustaka
Mendadak CEO

Mendadak CEO

"Tolong tanda tangani, Tuan," Ryan kemudian menerimanya dan menyelipkan uang tips pada si anak buah. Kemudian orang itu pun keluar dari ruangan. Dibukanya cover setelan jas itu, sebuah setelan jas berwarna hijau pucat dari seorang perancang ternama. "Hijau pucat? Ini warna pakaian militer!" "Ha-ha-ha ... kau yakin pria tua itu yang memilihkan?" Jacob tertawa geli.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai background hijau tua
Baca
+Pustaka
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

Aku mendapat giliran pertama untuk maju ke depan kelas. “Selamat pagi, teman-teman … namaku, Massika. Aku tinggal bersama dengan kakak dan ibuku. Rumahku tak jauh dari sekolah ini. Hobiku, bermain dengan hujan,” kataku, dengan penuh semangat. “Hahaha … bermain dengan hujan? Hati-hati, nanti di sambar petir, loh …,” sorak Zahir, mengejekku.
108.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai background hijau tua
Baca
+Pustaka
Bukan Wanita Impian Suamiku

Bukan Wanita Impian Suamiku

Kakek Haris selalu ditemani kopi hitam kental walaupun makanan pendamping adalah croisant atau roti lapis. Green house, sebutan orang-orang pada hunian kakek. Rumah megah yang di cat hijau dengan berbagai tune warna. Tidak hanya itu, taman yang menyembul di sana-sini menyempurnakan warna hijau ada dimana-mana. Ini bukan warna kesukaan kakek, tetapi wana ini menjawab kerinduannya pada almarhum Nenek. Itu yang dikatakan Kakek Haris sebagai alasan. “Han! Kok tidak dijawab? Kamu pasti mencari alasan, kan?” ucapnya lagi.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai background hijau tua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status