Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Duduk tegak, sendok di tangan kanan, garpu di kiri, jangan bunyi waktu motong makanan, dan yang paling penting—jangan melirik orang terus-menerus.
Tapi ya ampun, teori memang selalu lebih mudah daripada praktik. Karena bagaimana aku bisa fokus makan kalau di hadapanku duduk Om Kais dengan kemeja hitamnya yang digulung sampai siku, memperlihatkan urat di lengannya yang—astaga—terlalu distracting untuk ukuran makan siang biasa.
Menu makan siang yang dipilih Oma Wening ternyata western food—makanan favorit beliau. Meski lahir di Solo, Oma besar di luar negeri, jadi seleranya memang agak kebule-bulean.