Romantic Hospital
“Kalau dulu dan sekarang, jawabannya beda. Kalau dulu suka saja dengan sifatmu yang baik, ramah, manis, punya banyak mimpi. Kamu dulu seperti pelangi. Punya banyak warna. Beda saat aku bertemu denganmu kembali.”
Zio menjeda ucapannya, lalu menatap lurus ke depan dengan senyuman. Ia teringat pada masa pertemuannya kembali dengan Restya yang sering diwarnai perdebatan. “Restya yang ceria berubah menjadi beku, keras kepala, dan menyebalkan.”
“Ya, sebutkan semuanya saja yang buruk. Yang baik semuanya Kak Zio.”
“Emang kenyataannya begitu, kok ngambek? Entah kenapa aku tetap suka sama kamu, padahal aku tahu seberapa banyak keburukanmu. Hati enggak bisa dipaksakan, ya, untuk mencintai siapa.”
Hot Chapters