Obsesi Suci
Tatapannya penuh dengan rasa tidak berdaya dan kesedihan.
"Aku mengerti, ayo kita bercerai," katanya tenang dengan nada yang tegas.
Melihat Marsha yang begitu penuh pengertian, aku merasakan rasa bersalah yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
Aku tahu aku telah menyakitinya, menghancurkan pernikahan kami yang dulu begitu indah.
Aku mengikutinya dengan diam ke Kantor Catatan Sipil. Di sana, kami mengakhiri pernikahan ini tanpa pertengkaran, hanya ada kesedihan tanpa kata.