Sang Penakluk
“Kamu harus menghilangkan semua bayangan mengerikan tentang tampil sempurna. Baju itu harus melambangkan seluruh harapan, keinginan dan juga kenyamanan. Ibu Shana dan Ibu Siwi sebaiknya nggak ikutan nentuin pada tahap ini. Ok?”
Gya mengangguk dan kedua wanita di sudut tampak kecewa. Mereka kembali meneruskan pilihan untuk seragam keluarga.
“Aku pengen baju yang nggak ribet. Bebas panas dan kalo bisa jangan terlalu panjang karena aku nggak bisa jalan.”
Indira mencatat semua yang Gya harapkan dari desain baju putihnya nanti.
“Baju itu juga harus simpel, sebagai gambaran pribadiku yang nggak mau rumit. Kurangi ornament yang bling-bling dan lengannya kalo bisa pendek.”